10/04/26

Bacaan Gharib dalam Al Qur'an

 

BACAAN GHARIB DALAM AL QUR’AN

 

Bacaan Gharib dalam Al Qur'an secara bahasa berarti "asing" atau "aneh". Dalam ilmu tajwid, Gharib merujuk pada ayat-ayat atau lafal tertentu yang cara membacanya tidak sesuai dengan kaidah penulisan (rasm) pada umumnya atau memiliki aturan khusus yang jarang ditemui dalam mushaf.

Berikut adalah uraian rinci mengenai macam-macam bacaan Gharib yang umum dipelajari dalam riwayat Imam Hafs dari Imam Ashim (jalur Syathibiyyah), yang paling banyak digunakan di Indonesia:


1. Imalah (إِمَالَةٌ)

Imalah berarti "miring", "condong", atau “bengkok”. Secara istilah, yaitu memiringkan bunyi harakat fathah ke arah kasrah, atau bunyi "a" ke arah "e" (seperti kata "sate"). Bacaan Imalah dalam Al Qur’an hanya ada satu yaitu terdapat dalam Q.S. Hud ayat 41:

  • Surah Hud ayat 41 pada lafal: مَجْر۪ىٰهَا
  • Cara Baca: Lafal yang seharusnya dibaca "Majraahaa" dibaca menjadi "Majrehaa".
  • Tanda: Biasanya terdapat simbol belah ketupat kecil (diamond) di atas atau di bawah huruf tersebut.

2. Isymam (إِشْمَامٌ)

Isymam berarti "menggabungkan", “mencampurkan”, atau "memadukan”. Ini adalah mengombinasikan bunyi sukun dengan gerakan bibir (mencucu) untuk menunjukkan seakan mengucapkan  harakat dammah. Bacaan Isymam dalam Al Qur’an hanya ada satu yaitu terdapat dalam Q.S. Yusuf ayat 11:

 

  • Surah Yusuf ayat 11 pada lafal: لَا تَأْمَنَّا
  • Cara Baca: Saat membaca "Laa Ta'man...", bibir segera dimoncongkan (seperti hendak mengucapkan "nu") tanpa mengeluarkan suara dammah, lalu kembali ke posisi semula untuk membaca huruf "na". Ini adalah isyarat bahwa asal katanya adalah Laa Ta'manuna.

3. Tashil (تَسْهِيْلٌ)

Tashil berarti "memberi kemudahan" atau “melunakkan”. Yaitu membaca hamzah kedua dengan suara yang samar-samar, antara bunyi hamzah dan alif. Bacaan Tashil  dalam Al Qur’an hanya ada satu yaitu terdapat dalam Q.S. Fussilat ayat 41:

 

  • Surah Fussilat ayat 44 pada lafal: ءَاَعْجَمِيٌّ
  • Cara Baca: Hamzah pertama dibaca jelas (A), sedangkan hamzah kedua dibaca samar sehingga terdengar seperti suara "ha" yang sangat halus atau peleburan antara "A" dan "E". Tidak dibaca "A-a'jamiyyun" secara tegas.

4. Naql (نَقْلٌ)

Naql berarti "memindah" atau “menggeser”. Yaitu memindahkan harakat suatu huruf ke huruf sebelumnya yang mati (sukun). Bacaan naql dalam Al Qur’an hanya ada satu yaitu terdapat dalam Q.S. Hujurat ayat 41:

 

  • Surah Al-Hujurat ayat 11 pada lafal: بِئْسَ الِاسْمُ
  • Cara Baca: Harakat kasrah pada huruf alif (hamzah washal) pada kata Al-Ismu dipindahkan ke huruf Lam sukun sebelumnya. Maka, bacaannya menjadi "Bi'sal-ismu".

5. Saktah (سَكْتَةٌ)

Saktah berarti "diam" atau "berhenti sejenak". Yaitu berhenti membaca selama 1 alif (2 harakat) tanpa mengambil napas, kemudian melanjutkan ke kata berikutnya.

Dalam riwayat Hafs, terdapat 4 tempat saktah wajib:

1.      Al-Kahfi (1-2): عِوَجًا ۜ قَيِّمًا (Berhenti di 'Iwaja).

2.     Yasin (52): مَرْقَدِنَا ۜ هٰذَا (Berhenti di Marqadina).

3.     Al-Qiyamah (27): وَقِيْلَ مَنْ ۜ رَاقٍ (Berhenti di Man).

4.    Al-Muthaffifin (14): كَلَّا بَلْ ۜ رَانَ (Berhenti di Bal).


6. Sifir (Simbol Lingkaran)

Sifir adalah tanda lingkaran kecil di atas huruf mad (Alif, Wawu, atau Ya).

  • Sifir Mustadir (Lingkaran Bulat): Menandakan huruf tersebut dianggap tidak ada, baik saat lanjut (washal) maupun berhenti (waqaf).
  • Sifir Mustathil Qaim (Lingkaran Lonjong): Menandakan huruf tersebut tidak dibaca saat lanjut (washal), tetapi dibaca panjang saat berhenti (waqaf). Contoh: Kata اَنَا۠ (Ana) yang artinya "saya".

Catatan Penting: Mempelajari bacaan Gharib sangat disarankan melalui bimbingan guru (talaqqi) agar pendengaran dan pengucapan lisan bisa tepat sesuai dengan kaidah yang diwariskan secara turun-temurun dari Rasulullah SAW.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisi-Kisi Soal asesmen Madrasah Online 2026

  KISI-KISI SOAL ASESMEN MADRASAH ONLINE MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 TRENGGALEK TAHUN AJARAN 2025/2026   MATA PELAJARAN: AL QUR’A...